Selalu ada alasan untuk bersyukur
Pagi hari dapat cerita seorang teman, bahwa isterinya mengalami musibah, jatuh terpeleset dan mengalami patah tulang di lengan atas kiri. Alhamdulillah hanya itu, tidak ada luka lainnya. Alhamdulillah di tangan kiri, sehingga tangan kanan masih tetap bisa beraktivitas. Alhamdulillah kedua kaki tidak sakit, sehingga tetap bisa aktivitas mandiri.
Alhamdulillah, ungkapan syukur yang mendalam kepada Allah, dan segala puji hanya milik-Nya, hanya pantas diberikan dan dipujikan kepada-Nya, meskipun ditimpa musibah, tetap banyak yang harus disyukuri. Betapa dahsyatnya ucapan hamdalah ini, menguatkan jiwa di tengah musibah untuk tetap selalu mengingat betapa nikmat-Nya jauh lebih banyak, dibandingkan ujian musibah yang diberikan. Dan kondisi ini menakjubkan, inilah ajaran Islam, ajaran Rasulullah saw yang mulia. Hamdalah bukan sekedar ucapan pujian, tapi begitu dalam hikmahnya, dampaknya pada jiwa yang mengucapkannya.
Alhamdulillah, bersyukur sang suami, karena dengan musibah isterinya, ia diberikan kesempatan belajar sabar, belajar menggantikan peran isteri memasak, merawat isteri, melayani isteri. Anak-anaknya juga menjadi berkesempatan untuk belajar melayani ibunya, membersihkan rumahnya. Intinya semua menjadi berubah lebih baik, lebih respon terhadap kondisi ibunya yang sedang sakit.
Berasa betul, sedemikian berharganya kesehatan seorang ibu, seorang isteri. Sekalinya sakit, anggota keluarga lainnya mendadak harus belajar mengambil peran ibu dan isteri. Dan itu tidak bisa serta merta, bahkan pada awalnya menjadi beban. Jadi, ternyata peran ibu dan isteri sedemikian luar biasa. Sayang, selama ini suami dan anak-anak menganggapnya biasa, memang tugasnya demikian, sehingga jarang memberikan apresiasi, kadang atau seringkali lupa pula mengucapkan terima kasih atas jerih payah yang sudah dilakukan ibu dan isteri dalam melayani keluarga.
Musibah membawa berkah. Selalu ada alasan untuk bersyukur dalam kondisi apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar