Jumat, 02 Agustus 2024

Karang Taruna, Wadah Strategis Bagi Pemuda

Pembinaan dan pemberdayaan Karang Taruna merupakan salah satu tugas dari Bidang Pemberdayaan Sosial. Sesuatu yang selama ini hanya merupakan informasi umum, saat ini harus dipelajari lebih detil. 

Karang Taruna ternyata sebuah wadah bagi generasi muda yang sangat luar biasa. Karang dimaknai sebagai pekarangan, lahan untuk bertanam. Atau bahkan dimaknai sebagai batu karang yang kuat dan kokoh menahan terpaan gelombang air laut yang dahsyat. Sedangkan Taruna dimaknai sebagai generasi muda. Luar biasa bukan. Karang Taruna kemudian dimaknai sebagai wadah bagi generasi muda untuk menempa diri agar menjadi pribadi yang kuat, kokoh, cerdas, mandiri, mampu memberikan kontribusi, berdaya, tumbuh, berkembang melalui kegiatan di lingkungan masyarakatnya. 

Karang Taruna diharapkan menjadi wadah bagi pemuda dan pemudi usia 13 sampai 45 tahun. Sifat keanggotaan adalah otomatis bagi pemuda dan pemudi usia tersebut. Dan usia ini adalah usia yang strategis karena merupakan usia produktif manusia untuk bertumbuh dan berkembang. 

Karang Taruna berkedudukan di tingkat desa dan kelurahan. Sedangkan unit kegiatannya bisa di masing-masing dusun atau RW. Kepengurusan Karang Taruna ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa atau Lurah. Masa bhaktinya lima tahun sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019. 

Sekali lagi Karang Taruna sangat strategis posisinya di masyarakat. Unit kegiatannya sangat luas: bidang pendidikan, sosial, kesehatan, keagamaan, seni budaya, lingkungan, dan banyak lagi. Oleh karenanya dapat bersinergi dengan semua aktor baik pemerintah maupun non pemerintah.

Bagi pemerintah, Karang Taruna diharapkan mampu berperan sebagai salah satu Potensi dan Sumber kesejahteraan Sosial (PSKS) yang peduli dengan kondisi lingkungannya, utamanya terkait permasalahan kesejahteraan sosial. Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang saat ini menjadi permasalahan pembangunan sangat banyak. Beberapa diantaranya sangat dekat dengan kita, seperti disabilitas dari keluarga miskin, anak berhadapan dengan hukum, pernikahan dibawah umur, korban napza, anak punk (anak jalanan), keluarga rentan (miskin, single parent, cerai), dan sebagainya.

Permasalahan tersebut menjadi peluang bagi Karang Taruna untuk mengelola kegiatan di lingkungan. Potensi pemuda dapat dipetakan sesuai kompetensinya, sekaligus diperankan untuk mengurai permasalahan. Oleh karena itu Karang Taruna dapat bersinergi dengan ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, kader desa, instansi pemerintah, badan usaha, dan aktor lainnya sesuai kebutuhan. 

Nah, karena pemuda usia 13-45 tahun otomatis menjadi anggota Karang Taruna, maka setiap mereka dapat menjadi pionir di lingkungannya. Tunggu apa lagi, mari hidupkan kembali Karang Taruna untuk membangun karakter pemuda yang kuat menuju Indonesia Emas 2045. 

 

  



Waktu Senggang

Dunia terus berputar, waktu terus berjalan, roda kehidupan terus berubah. Demikianlah Allah menciptakan sunnah kehidupan. Tidak ada yang tidak berubah kecuali Allah sendiri. Semua makhluk-Nya mengalami perubahan. 

Demikianlah Allah memperjalankan kehidupanku. Bekerja di tempat yang beban kerjanya tinggi memberikan pengalaman betapa sangat berartinya waktu. Tidak sempat bersantai-santai. Pekerjaan bertubi-tubi memaksa diri untuk mengelola waktu dengan sebaik mungkin agar semuanya selesai tepat waktu, tepat mutu. Tidak mudah, tapi harus dipaksa, akhirnya terbiasa. Kesibukan yang menguras energi, membuat otak terbiasa berpikir cepat, badan bergerak cepat, hati cepat mengambil kesempatan untuk rehat di tengah kesibukan, dan perasaan terasah untuk mudah merespon situasi. Tugas-tugas serius dan besar membutuhkan prioritas untuk segera diselesaikan, membuat hal-hal kecil tidak sempat bikin baper. Bukan berarti membunuh perasaan, tapi menyikapi rasa tidak enak dengan cepat, dan memaksanya segera beralih pada persoalan yang lebih logis. 

Teringat sebuah ungkapan bijak: "Jika hal yang menyenangkan hati dan pikiran kita tidak terjadi, maka senangilah kejadian yang sudah Allah takdirkan." 

Ungkapan tersebut selaras dengan ayat cinta Allah: bisa jadi kita menyukai sesuatu tetapi hal tersebut tidak baik bagi kita (menurut Allah). Dan bisa jadi kita membenci sesuatu, padahal hal tersebut baik bagi kita (menurut Allah). Jadi kuncinya memang ridha dengan takdir Allah. Menerima keadaan sebagai hal terbaik yang Allah takdirkan, dan tidak menolaknya, tidak lari dari kenyataan. 

Sebagaimana sunnatullah bahwa segala sesuatu akan berubah, hanya Allah yang tidak berubah. Demikian pula amanah kehidupan ini akan selalu berubah. dipergilirkan kondisi sibuk dengan senggang. Begitulan pengalaman amanahku yang berganti-ganti. Saat di tempat kerja yang lebih senggang, maka ujian memanfaatkan waktu agar tidak menjadi pedang yang akan menebas kesempatan, adalah hal yang perlu disikapi. Butuh belajar mengelola waktu senggang agar tetap mampu mengambil manfaat dan melahirkan karya. Uuntuk mengetahui bagaimana hasilnya, mungkin perlu melakukan evaluasi diri. Membedakan before after antara di tempat kerja yang sangat sibuk dengan tempat kerja yang longgar. hasilnya untuk memotivasi diri agar tetap on the track di tengah waktu luang. tetap berkinerja baik di tengah waktu luang. 

Ada hal-hal yang menantang saat ini: 

  • perbedaan style pimpinan, dulu sangat disiplin, sekarang santai
  • perbedaan budaya kerja, dulu sangat kompak dalam team work yang solid, sekarang lebih teknis di masing-masing bidang
  • dulu banyak membaca dan membuat konsep, saat ini banyak mengerjakan hal-hal teknis, sedikit sekali konsep
  • dulu merencanakan dan menganalisis, saat ini harus mencari-cari apa yang harus direncanakan dan dianalisis
Menantang diri, untuk kembali menuangkan konsep, mapping masalah apa yang belum dilaksanakan, atau belum mencapai target. Potensi apa saja yang tersedia. Rencana tidak lanjut apa yang akan dikerjakan. Siapa saja aktor yang berperan. Ternyata memikirkan hal-hal tersebut terasa asyik dan menyegarkan otakku. 

Memang benar, menikmati pemberian Allah di depan mata menjadi energi positif. Tidak terjebak pada nostalgia masa lalu. Tidak pula khawatir dengan masa depan. 

Maha suci Allah yang memperjalankan semua makhluk-Nya dengan kuasa-Nya. Segala puji hanya layak bagi-Nya. Dan kembali, segala puji hanya layak bagi-Nya atas segala urusan yang ditetapkan, baik sesuai ekspektasi maupun tidak. 

Wahai diri, syukurilah keadaanmu hari ini, karena itu akan menguatkan langkahmu. Yakinlah, Allah akan membersamaimu dan menolongmu dalam setiap amanah. 




Selalu ada alasan untuk bersyukur Pagi hari dapat cerita seorang teman, bahwa isterinya mengalami musibah, jatuh terpeleset dan mengalami pa...