Sabtu, 04 Juni 2022

Nikmat perjalanan

 Nikmat perjalanan

Ahad, 5 Juni 2022, bangun pagi, mandi, sholat subuh bersama Mahdiyya dan Faruq ke masjid Baiturrahman Margasari.. masjid kesayangan, tempat anak-anak berkegiatan sepanjang Ramadhan ceria yang baru saja berlalu. Alhamdulillah... Pagi yang penuh barakah.. 

Koper dan tas ransel, juga tas cangklong kecil siap menemani perjalananku ke Surabaya pagi ini. Bismillahi tawakkaltu 'alallah.. semoga dimudahkan perjalan ini dan memberi manfaat.. amin.

Hari ini aku bersama Mas Hermadhi yang pernah aku kenal, ASN prakom Dindikpora, diberi tugas untuk mengikuti Diklat Rencana Pendidikan di Surabaya sampai tanggal 11  Juni. Alhamdulillah dapat bus Safari Dharma Raya alias OBL. Jam 07.30 pagi kami sudah diwanti-wanti petugas agar sudah siap di garasi. Alhamdulillah kami tidak telat. Nah.. ternyata Mas Hermadhi tidaklah wajah asing, selama ini pernah ketemu tapi entah di mana. Mas Zen yang sabar menemaniku jadi teman berbincang bersama Mas Hermadhi, suasana canggung lenyap seketika. Alhamdulillah.. 

Bus terlambat bersiap.. hampir jam 08.30 baru berangkat, hampir 30 menit terlambat. Mas Zen membantuku memasukkan koper ke bagasi, membawa ranselku ke atas.. yang ternyata.. ohh.. tali jinjingnya lepas sebelah.. Alhamdulillah masih bisa diangkat, tali punggungnya masih kuat.. mungkin segitu saja kualitas tas pembagian saat rakor dengan LPMP di Semarang beberapa bulan lalu.. beda banget kualitasnya dengan ransel Asma Nadia yang sudah berumur 7 tahun, masih kuat.. he he.. beda kelas kok ya. Aku sama Mas Zen hanya senyum-senyum. 

Saat naik bus sambil bawa ranselku.. brak.. suara lantai usang bus terdengar, membuat kami nyengir, semoga baik baik saja selama perjalanan nanti.. amin. 

" Umi naik saja ya, Abi mau segera pulang, ada yang harus disiapkan buat test anak-anak," pamit Mas Zen. Kucium tangan dan kedua pipinya, "Assalamu'alaikum, doakan lancar dan selamat ya Abi. Nitip anak-anak ya.. syukran."

Ohh tempat duduk yang saling berhimpit satu sama lain. Dengan sigap aku tawarkan Mas Hermadhi untuk tukar dengan penumpang yang perempuan, agar perjalanan lebih nyaman. Alhamdulillah naik penumpang perempuan dan segera aku minta duduk jejer. Allah Maha Baik untuk memilihkan teman perjalanan yang nyaman. 

" Mau ke mana mba?" Tanyaku pada mbak yang baru saja naik. 

" Ke Surabaya, Bu." Ibu mau ke mana?"

" Ke Surabaya juga, mba. " 

Alhamdulillah percakapan mengalir begitu saja. Mbak yang baik ini ternyata rumahnya Bansari. Mahasiswi profesi keperawatan Unair. S1 Keperawatan, lalu lanjut profesi Nurse selama kurang lebih 1 tahun. Katanya tugas akhir profesi agak rumit, harus buat tulisan ilmiah, padahal di S1 sudah buat skripsi. Aturannya sudah beda dengan dulu, mungkin akan berubah setiap tahun mengikuti perkembangan zaman. Aku hanya ber oh oh saja, berusaha menyemangati. 

Tidak bijak kalau mengajaknya bercakap-cakap terus. Oohh.. aku ingat belum menyelesaikan wiridku. Bismillah.. sejenak perjalanan aku gunakan untuk wirid sampai selesai. Doa Rabithah aku lantunkan sembari membayangkan wajah-wajah para ulama, para guru, teman-teman lingkaran Sabtu, dan juga keluarga tercinta.. semoga disatukan hati-hati kami dalam ketaatan kepada Allah, dan kelak akan kembali dikumpulkan di Jannah-Nya.. amin.. Doa ini selalu aku panjatkan dengan sepenuh harap kepada Allah.. diberikan Rahmat dan surga-Nya, dan dijauhkan dari murka dan neraka-Nya.. amin amin. 

Hampir sampai Mertoyudan.. bus menepi.. ohh ternyata ada 4 orang naik. Alhamdulillah.. ikut syukur bus ini tidak banyak kursi kosong. Meski Bus tua tapi masih jadi alternatif perjalanan jauh banyak orang. Ahh ingat saat bus ini masih jaya. Tampak bagus dengan gambar gajah dan suara klakson yang nyaring seperti suara gajah. Sejak masih SD bus ini selalu jadi pilihan keluarga untuk silaturahim ke keluarga Jakarta. Sekarang bus ini sudah tua.. mulai rapuh. Seperti halnya kami.. tak terasa juga sudah menua.. semoga Allah berikan kesehatan untuk menikmati ibadah di setiap waktu. Amin.

Sejak awal berangkat tidak sengaja mendengar percakapan sopir dan kernet bus. Entah apa yang mereka bincangkan tapi sebagiannya adalah gerutu terhadap seorang teman. Semoga tetap ada kesyukuran mereka yang akan menjadi teman sepanjang perjalanan, menjadi kemudahan bagi mereka menjemput rezeki Allah.. 

Bus kembali menjemput penumpang di terminal Jombor.. tidak terasa sudah sampai Jogja.. aku sempat terkantuk-kantuk sejak dari Muntilan.. sempat pegang buku tulisan Mba Mimin.. FilantArt Solusi Atasi Kurang Gizi.. tapi jalan yang bergelombang kurang nyaman untuk membaca di dalam bus.

Bus kembali berjalan pelan karena jalan juga padat. Tiba-tiba terdengar suara duarr dan bus agak oleng. Innalilahi wainna ilaihi Raji'un.. spontan aku berpegangan mbak di sebelahku.. Alhamdulillah bukan penumpang laki-laki, inilah sebagian nikmat yang aku syukuri.. Alhamdulillah. 

Sopir dan 2 orang petugas turun, ada yang menelpon kantor terdekat dan meminta didatangkan montir. Semoga segera teratasi. Aku segera wa Mas Zen soal kondisi ini, minta didoakan agar segera teratasi. 

Tak terasa sejak kejadian jam 11.40 tadi sampai jam ini 13 belum selesai. 




Selalu ada alasan untuk bersyukur Pagi hari dapat cerita seorang teman, bahwa isterinya mengalami musibah, jatuh terpeleset dan mengalami pa...